Selasa, 03 Juni 2014

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Suran & Rizzo (1979) menyebutkan Anak berkebutuhan khusus adalah :

 "Anak yang memiliki perbedaan dalam beberapa dimensi penting dari fungsi kemanusiaannya. Mereka adalah yan secara fisik, psikologis, kognitif, atau sosial terhambat dalam mencapai tujuan/kebutuhan dan potensinya secara maksimal sehingga memerlukan penanganan yang terlatih dari tenaga yang profesional."

Berbagai istilah yang berkaitan dengan Anak berkebutuhan khusus:

  • Disability, mununjukkan berkurangnya atau hilangnya fungsi organ atau bagian tubuh tertentu.
  • Handicop, merupakan masalah atau dampak dari kerusakan yang dialami oleh individu ketika berinteraksi dengan lingkungan.
  • At risk, anak yan meskipun tidakteridentifikasi memiliki kerusakan namunberpeluang mengalami hambatan atau masalah tertentu.

   Siswa berkebutuhan khusus adalah mereka yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiaannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan kebanyakan anak lainnya. Sedangkan Pendidikan khusus/luar biasa adalah instruksi yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari siswa berkebutuhan khusus.

Tujuan Pendidikan Khusus:

  1. Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi
  2. Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai anggota masyarakat.
  3. Mempersiapkan siswa untuk dapat memiliki keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja
  4. Mempersiapkan anak didik dan siswa untuk mengikuti pendidikan lanjutan


Model Penyelenggaraan Pendidikan Khusus
A. Segregasi
- Anak berkebutuhan khusus belajar dalam lingkungan yang berisi anak-anak berkebutuhan khusus juga.
 - Jenisnya dapat berupa TKLB, SDLB, SMPLB, SMLB
Kelemhannya: Sering fokus pada apa yang tidak dapat dilakukan anak sehingga dapat menimbulkan masalah konsep diri. 

B. Integrasi
- Anak berkebutuhan khusus diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak normal di sekolah reguler

 C. Inklusi
- Staub dan Peck (1995) mengemukakan bahwa pendidikan inklusi adalah penempatan anak berkelainan tingkat rinan, sedang, dan berat secara penuh di kelas reguler.

Jenis-jenis SLB:

  1. SLB A: untuk tuna netra
          Persyaratan: keterangan dari dokter mata, umur sebaiknya 3-7 tahun dan tidak lebih daro 14 tahun

     2.  SLB B: untuk tuna rungu
          Persyaratan: keterangan dari dokter THT, umur sebaiknya 5-11 tahun

     3.  SLB C: untuk tuna grahita IQ 50-75
                 C1: untuk tuna grahita IQ 25-50
         Persyaratan: keterangan IQ dari psikolog, keterangan dari sekolah terakhir dan umur sebaiknya 5,5-11 tahun

    4.  SLB D: untuk tuna daksa IQ normal
               D1: untuk tuna daksa dengan IQ<normal
       Persyaratan: keterangan dokter umum, ortopedi dan syaraf, keretangan psikolog, umur 3-9 tahun

   5.  SLB E: untuk tuna laras
        Persyaratan: anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri atau pernah melakukan kejahatan, umur antara 6-18 tahun

   6. SLB G: untuk tuna ganda
       Persyaratan: keterangan dari dokter dan psikolog

Minggu, 20 April 2014

Hasil Observasi


Obsevasi Sekolah

Kelompok 13
ketua: Akhlak kazimi (12-103) http://12103akh.blogspot.com/
anggota: Nova Hardiyanti Pane (13-009) http://13009nhp.blogspot.com/
               Syafira Hairy Sani (13-107) http://13107shs.blogspot.com/
               Salshabilla Utari (13-129) http://13129su.blogspot.com/
               Grace Irna Natalia Kemit (13-133) http://graceirnataliaa.blogspot.com/




BAB I
Pendahuluan
   
      A. Latar Belakang Sekolah

      1.  Identitas Sekolah
          Nama Sekolah       : SD NEGRI 060808
          Alamat                   : Jl. Rahmadsyah Kec. Medan Area, Kota Medan
          Status Sekolah       : Negeri
          Kepala Sekolah     : Dra. Efrida

2.      Visi dan Misi Sekolah
VISI
·         Menjadikan sekolah terpercaya di masyarakat dan diminati masyarakat.
·         Membentuk siswa berakhlak mulia, berprestasi yang dilandasi nilai-nilai budaya luhur sesuai dengan ajaran Islam

MISI

  • Menanamkan keyakinan/akidah melalui pembelajaran Islam
  • Menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi bidan IMTAQ dan IPTEK
  • Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, sesuai dengan perkembangan zaman
TUJUAN SEKOLAH

  • Siswa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkhlak mulia
  • Siswa sehat jasmani daan rohani
  • Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan ketertarikan, anak dapat melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai sumber daya manusia
B.     Data Observer
Observer merupakan kelompok 13 pada mata kuliah Psikologi Pendidikan  Tahun Ajaran 2014 yang terdiri dari lima orang yaitu:
Observer I
Nama         :Akhlak kazhimi (Ketua Kelompok)
NIM          : 121301103

Observer II
Nama         : Nova Hardiyanti Pane
NIM          : 131301009
Observer III
Nama         : Syafira Hairy Sani
NIM          : 131301107
Observer IV
Nama         : Salshabilla Utari
NIM          : 1313100129
Observer V
Nama         : Grace Irna Natalia K
NIM          : 131301133

        C. Kondisi Fisik Kelas
       Hari & Tanggal Observasi     : Sabtu, 5 April 2014
       Kelas yang di Observasi        : V (Lima) SD
       Mata Pelajaran                      : Matematika
       Nama Guru yang Mengajar    : Novi, S.Pd.
       Waktu Observasi                   : 13.45 - 14.30 WIB
       Jumlah Siswa                         : 32 Orang
       Jumlah Siswa yang Hadir       : 21 Orang
       Alat Observasi                      : Pena, Buku catatan, Jam

      Media Pembelajaran
        Guru :

  • Spidol
  • Kapur Tulis
  • Whiteboard
  • Blackboard
  Siswa:
  • Buku Pegangan
  • Buku Tulis
  • Pulpen/Pinsil
Situasi Fisik Kelas

  1. Kursi chitos        : 27 buah
  2. Kursi guru          : 2 buah
  3. Meja guru          : 2 buah
  4. Kipas                : 1 buah
  5. Whiteboard       : 1 buah
  6. Blackboard       : 1 buah
  7. Jam dinding       : 1 buah
  8. Lemari              : 3 buah
  9. Meja pingpong  : 1 buah
  10. Rumus-rumus    : 2 buah
  11. Absensi dinding : 2 buah
        D.    Hasil Observasi
Kelompok 13 melakukan tugas observasi proses belajar yang dilakukan d SD Negeri 060808 Medan yang beralamat dijalan Rahmadsyah Kec. Medan Area Kota Medan pada tanggal 05 April 2014. Kelompok mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk melakukan observasi di kelas 5 SD. Kami mulai melakukan observasi di dalam kelas pukul 13.45 WIB. Pada saat pertama kali kami masuk ke kelas, proses belajar mengajar belum dilakukan hingga akhirnya kami memulai dengan perkenalan diri kepada adik-adik yang ada dikelas itu. Saat kami memperkenalkan diri, ada seorang bapak yang membantu untuk menertibkan kelas. Dan kami mendapatkan informasi bahwasannya bapak itu adalah guru olahraga di sekolah itu. Kelas tersebut memiliki empat buah lampu yang menyala. Sebuah kipas angin yang menyala berada di sisi dinding sebelah kanan kelas. Terdapat sebuah whiteboard dan sebuah blackboard yang berada didepan kelas sebagai alat berlangsungnya proses belajar mengajar.
Setting tempat duduk kelas tersebut dibuat sesuai keadaan kelas yang tidak begitu luas. Meja guru berada di depan kelas dan meja murid berada di depan meja guru. Terdapat 3 lemari yang diletak di depan, samping, dan belakang kelas. Di belakang kelas juga terdapat 3 meja yang diletakkan berderetan sebagai tempat meletakkan buku-buku lama yang sudah tidak terpakai yang dapat merusak konsentrasi belajar. Ada sebuah meja pingpong yang diletakkan dibelakang kelas karna tidak ada lokal lagi untuk menyimpan meja pingpong tersebut.di sebelah kiri dan kanan sisi kelas terdapat runtutan jendela yang membuat siswa bisa melihat keluar. Tapi sayangnya jendela pada sisi kiri kelas langsung berhadapan dengan dinding bangunan sebelah sekolah tersebut sehingga udara tidak leluasa untuk keluar masuk kelas. Suasana kelas yang bisa dikatakan sedikit panas, sedikit dibantu oleh sebuah kipas angin yang memberikan angin segar untuk kelas tersebut. Keadaan kelas sudah cukup nyaman. Tapi kelas kurang bersih karena ada banyak sampah yang berserakan di lantai kelas.
Saat memulai pelajaran, ibu guru memberikan intruksi kepada muridnya untuk mengeluarkan buku matematika yang akan dipelajari. Para siswa terlihat begitu bersemangat untuk memulai pelajaran. Di tengah guru menjelaskan pelajaran, sang guru mengingatkan kepada muridnya bahwasannya pelajaran ini telah sedikit dipelajari di kelas 4 sd, dan ibu guru memberikan motivasi  kepada muridnya untuk terus rajin belajar karna mereka pasti akan melalui ujian nasional di tehun depan.
Setelah itu, ibu guru memberikan soal di papan tulis dan mengerjakan soal tersebut dengan muridnya. Kemudianibu guru memberikan soal lagi. Tapi ssoal ini dikerjakan oleh murid yang bersedia maju ke depan. Antusias pada murid sangat terasa, kemudia 2 murid dipersilahkan oleh ibu guru untuk maju ke depan mengerjakan soal tersebut. Saat selesai, ibu guru mrmuji pekerjaan anak murid tersebut.
Saat dirasa murid sudah paham akan materi yang diberikan, ibu guru memberikan intruksi kepada muridnya untuk mengerjakan soal yang ada dibuku pegangan para murid dan ibu guru meninggalkan kelas. Saat ibu meninggalkan kelas, para murid mengerjakan tugas yang diberikan. Namun saat sudah selesai, salah satu anak melihat ke jendela yang berada di sebelah kanan kelas dan berbicara dengan temannya. Ternyata dua orang teman wanita yang berbeda kelas sudah menunggunya di jendela. Anak tersebut pun berbicara dengan santai sampai ibu guru kembali datang.
Saat ibu guru kembali ke kelas, siswa yang telah selesai langsung kedepan dan memeriksa jawabannya apakah sudah benar atau salah. Kemudian ibu guru mengumpulkan tugas yang telah diberikan. Setelah selesaik, ibu guru memberikan mnotivasi lagi kepada muridnya untuk rajin menyelesaikan tugas yang diberikan. Tapi ibu guru tidak memberikan punishment kepada murid yang tidak mengerjakan tugas. Ibu guru hanya berkata “bagi yang sudah mengerjakan tugas bagus, tapi bagi yang belum, yang belum tolong kerjakan PR yang ibu kasih, itu supaya kalian belajar lagi dan lebih ingat dengan pembelajaran kita.”
Setelah ibu guru selesai memberikan motivasi, jam belajar pun selesai dan para murid membereskan alat tulis serta buku mereka.  Kemudian kami memberikan reward kepada para murid karna telah membantu kami dan kami berfoto sejenak, setelah itu kami berpamitan pulang.





BAB II
Landasan Teori dan Analisis Hasil Observasi

A.  Pembahasan Kondisi Kelas
            Kelas pada SD Negeri 060808 sudah dapat dikatakan baik, tidak terlalu kecil ataupun besar, tempat duduk kelas tersebut dibuat sesuai keadaan kelas yang tidak begitu luas. Meja guru berada di depan kelas dan meja murid berada di depan meja guru. Terdapat 3 lemari yang di depan, samping, dan belakang kelas. Di belakang kelas juga terdapat 3 meja yang diletakkan berderetan sebagai tempat meletakkan buku-buku lama yang sudah tidak terpakai yang dapat merusak konsentrasi belajar. Ada sebuah meja pingpong di sebelah kiri dan kanan sisi kelas terdapat runtutan jendela yang membuat siswa bisa melihat keluar. Jendela pada sisi kiri kelas langsung berhadapan dengan dinding bangunan sebelah sekolah sehingga udara tidak masuk kelas. Kelas sedikit panas karna kurangnya udara yang masuk dan keluar, kelas sudah cukup nyaman tetapi kurang bersih karna dilantai masih ada sampah yang berserakan.

B.   Pembahasan Sistem Pembelajaran dikaitkan dengan Teori

1.       Operant Conditioning (B.F Skinner)
              Perilaku yang dilakukan tidaklah semua adalah perilaku yang diinginkan. Untuk menjadikan perilaku yang tidak diinginkan menjadi perilaku yang diinginkan dapat dilakukan dengan cara memberikan penguat positive jika ada perilaku yang diinginkan. Dan untuk mengurangi atau melenyapkan perilaku yang tidak diinginkan adalah dengan memberikan penguat negativ dan memberikan hukuman.
          Sama halnya dengan seorang anak yang menggap bahwa tampil dimuka umum adalah hal yang memalukan baginya karna semua mata akan tertuju padanya dan itu akan mengganggu konsentrasinya. Namun ketika ia tampil dimuka umum, orang disekelilingnya memberikan tepuk tangan. Tepuk tangan tersebut merupakan reinforcement positif baginya yang membuat anak tersebut ingin tampil didepan umum lagi untuk mendapatkan tepuk tangan tersebut.
              Pada kelas V guru memberikan reinforcement kepada siswa dalam kelas, pada saat seseorang anak mengerjakan tugas yang diberika dengan baik, dan seorang anak mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan, anak tersebut untuk mengerjakan tugas dengan harapan perilaku itu akan terus diulang dan frekuensi kejadiannya semakin bertambah. Dan ibu guru memberikan reinforcement negativ bagi murid yang tidak mengerjakan tugas dengan harapan perilaku itu tidak diulang lagi
                 Dalam teori Skinner, terdapat prinsip utama penguatan, dimana dinamika penguatan agar efektif mengubah perilaku, penguatan harus terjadi seketika bersama dengan kondisi penguatan dan terkait langsung dengan perilaku itu sendiri.

2.       Kondisi Belajar Robert Gagne

Robert Gagne berpendapat bahwa ada 3 tahapan umum dalam belajar. Yaitu persiapan belajar, akuisisi dan kinerja dan transfer belajar. Dimana didalan 3 tahapan umum ini terdapat Sembilan tahapan belajar. Dimana tahapan tersebut adalah konsep pemrosesan kognitif pada analisis pembelajaran. Sembilan tahapan ini pada dasarnya harus diberlakukan secara berurut karena merupakan aspek pemrosesan yang penting demi tercapainya tujuan pembelajaran.

1.       Persiapan belajar
Tujuan dari tahapan ini adalah mempersiapkan diri untuk belajar. Termasuk didalamnya adalah memperhatikan stimuli pada proses pembelajaran yang dapat berupa objek bergerak maupun diam, ucapan, tulisan maupun gambar.  Pada dasarnya stimulus-stimulus ini adalah pembangunan harapan pembelajaran demi tercapainya tujuan belajar. Pada dasarnya persiapan belajar melibatkan proses pengambilan informasi yang relevan kemudian dimasukkan ke dalam ingatan kerja.
2.       Akuisisi dan kinerja
Merupakan fase inti dari pembelajaran.  Mengenali stimuli, memilih stimuli yang relevan dari lingkungan, memberikan makna dan mentransfer informasi ke ingatan jangka panjang, kemudian mengambil kembali informasi dan merespon stimuli yang ada.
3.       Transfer belajar
Tahapan terakhir dari belajar dimana pembelajar diberi kesempatan untuk mengaplikasikan  aktifitas belajar ke dalam situasi baru dan membangun petunjuk  tambahan (misalnya pengalaman) untuk diingat kembali kelak.
Pada kelas yang kami observasi, kami melihat adanya indikasi dari teori belajar Gagne yang dapat diaplikasikan pada kondisi kelas pada saat observasi.
Tabel 1. Asumsi Dasar Kondisi Belajar Gagne
Deskripsi
Tahapan
Fungsi
Aplikasi dalam observasi
1. Persiapan belajar
1. Memperhatikan
Memberikan peringatan bagi pemelajar
Mengorientasikan
Murid memperhatikan saat guru menerangkan pelajaran
2. Harapan
Pemelajar pada tujuan belajar
Guru berharap agar murid dapat mengerti pelajaran yang diberikan
3. Pengambilan kembali (informasi yang relevan dan keterampilan) untuk dibawa ke ingatan kerja
Memberi ingatan tentang kapabilitas yang diperlukan
Adanya proses feedback  dari guru tantang ppelajaran di kelas sebelumnya
2. Akuisisi dan kinerja
4. Persepsi selektif
terhadap ciri stimulus
Membangkitkan penyimpanan pada stimulus penting secara temporer di dalam ingatan kerja
Murid hanya memperhatikan instruksi guru
5. Pengkodean semantik
Transfer  ciri stimulus dan informasi terkait ke dalam ingatan jangka panjang
Murid mengingat pelajaran yang diterangkan oleh guru pada kelas lalu
6. Pengambilan kembali dan respons
Mengembalikan informasi yang tersimpan ke penggerak respons individual dan mengaktifkan respons
Murid merespon dengan memberikan tanggapan saat guru bertanya
7. Penguatan
Mengkonfirmasi harapan pemelajar
tentang tujuan belajar
Guru memberikan reinforcement kepada murid
3. Transfer Belajar
8. Pengambilan petunjuk
Memberikan petunjuk  tambahan untuk peringatan kapabilitas di waktu mendatang
Guru menjelaskan dan menunjukkan beberapa contoh soal
9. Kemampuan generalisasi
Memperkaya transfer belajar ke situasi baru
Pengetahuan mengenai pecahan dapat mereka gunkan dikehidupan sehari-hari






BAB III
Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan
  • Proses belajar mengajar di kelas 5 SDN 060808 adalah proses belajar secara operant conditioning (teori belajar berpenguat) B.F Skinner yaitu tentang reinforcement positive dan reinforcement negatif
  • Kondisi belajar yang sudah cukup baik dengan pemberian reinforcement itu agar perilaku yang tidak diharapkan dapat mengecil frekuensinya bahkan menghilang. Dan perilaku yang diharapkan dapat  muncul dengan frekuensi yang lebih banyak lagi.
B. Saran
     Menurut saya SDN 060808 sudah cukup baik, fasilitas yang disediakan sudah cukup memenuhi, namun ada beberapa kendala yaitu kurangnya kebersihan dan kurangnya ruang kelas, didalam kelas juga letak-letak barang juga tidak pas, ada meja pingpong dan buku-buku yang berserakan didalam kelas. Sebaiknya ditambahkan lemari didalam kelas agar buku-buku yang berserakan dapat diletak didalam lemari dan sebaiknya ada jadwal piket untuk murid agar membersihkan kelas dan lingkungan sekolah.

Minggu, 23 Maret 2014

Teori Ekologi Bronfenbrenner

Kelompok 13
Ketua: Akhlak Kazimi 12-103
Anggota: -Nova Hardiyanti Pane 13-009
               -Syafira Hairy Sani 13-107
               -Salshabilla Utari 13-129
               -Grace Irna Natalia 13-133

Teori ekologi dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner yang fokus utamanya adalah konteks sosial di mana anak tinggal dan orang-orang yang memengaruhi perkembangan anak.

Teori ekologi Bronfenbrenner terdiri dari lima sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang luas. Bronfenbrenner menyebut sistem-sistem itu sebagai mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem.

Mikrosistem adalah setting di mana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain adalah keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga.Dalam mikrosistem ini, individu berinteraksi langsung dengan orang tua, guru, teman seusia, dan orang lain.Contohnya adalah dulu waktu saya kecil saya lebih banyak menghabiskan waktu bermain diluar rumah, dari pagi saya bermain dengan teman-teman disekitar rumah saya, dirumah saya hanya bermain sebentar bersama keluarga lalu saya istirahat karna sudah seharian bermain, begitu juga saat saya disekolah saya jarang langsung pulang karna saat pulang sekolah saya sempatkan dulu untuk berbicara-bicara dengan guru dan teman-teman saya. Interaksi saya dengan teman-teman saya merupakan interaksi langsung dan interaksi yang timbal balik, begitu juga interaksi saya dengan guru-guru dan keluarga saya.

Mesosistem adalah interaksi antar faktor-faktor dalam sistem mikrosistem meliputi hubungan antara beberapa mikrosistem atau hubungan antara beberapa konteks yang saling berpengaruh dengan lainnya. Seperti halnya dikeluarga saya orang tua saya mengajarkan untuk berkata jujur dan jika ada yang ingin disampaikan atau ada masukan-masukan sebaiknya disampaikan langsung karna dirumah saya dibiasakan untuk seperti itu saat disekolah saya juga jadi terbiasa untuk mengemukakan pendapat.

Eksosistem adalah pengalaman-pengalaman dalam setting sosial lain dimana individu tidak memiliki peran yang aktif, mempengaruhi apa yang individu alami dalam konteks yang dekat, contohnya dirumah saya yang memegang peran kuat adalah orang tua saya, apa yang dibilang orang tua saya harus diikuti walaupun ada beberapa yang tidak sepaham dengan saya.

Makrosistem adalah kultur yang lebih luas, berkaitan dengan budaya, faktor sosioekonomi dan akan berkembang mempengaruhi perkembangannya.Contohnya, saat saya kecil didekat rumah saya ada keluarga yang ekonominya menengah kebawah, teman saya itu jadi mider untuk bermain-main dengan teman yang lain karna dia merasa dia tidak punya apa-apa.

Kronosistem adalah kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak. contohnya, dulu saat saya kecil permainan saya masih congkak, barbie, kelereng dan permainan anak-anak lainnya, sekarang zaman terus berkembang, berkembang juga teknologi-teknologi yang digunakan, dan mainan anak-anak sekarang sudah lebih canggih seperti main game di Ipad, bbman dan lain sebagainya.

Sekian pengalaman saya yang berkaitan dengan teori Bronfenbrenner. Terima Kasih :)

Rabu, 12 Maret 2014

Psikologi Pendidikan dan Teknologi

Revolusi Teknologi
       Revolusi Teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Orang menggunakan komputer, bolpoin, surat, dan telepon untuk berkomunikasi. Masyarakat informasi baru masih mengandalkan beberapa keahlian nonteknologi mendasar, seperti: keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, berpikir mendalam, berpikir kreatif, dan bersikap positif.
       Sebuah survei yang dilakukan oleh Office of Technology Assessment (1995) menemukan bahwa mayoritas guru tidak akrab dengan komputer. Banyak guru tidak memiliki pengetahuan memadai dalam menggunakan komputer, dan banyak sekolah tidak menyediakan workshop atau pelatihan yang dibutuhkan. Dan dengan perkembangan teknologi yang pesat, komputer yang dibeli sekolah menjadi cepat ketinggalan zaman. Bahkan ada yang rusak dan perlu diperbaiki. Kenyataan ini berarti bahwa pembelajaran di sekolah belum direvolusionerkan secara teknologislah, maka revolusi teknologi benar-benar mengubah sekolah-sekolah.

Internet
           Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem Internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid. Dalam internet mengandung informasi yang lebih baru ketimbang buku teks.
       World Wide Web (Web) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi Internet; materi ini mencakup teks dan grafis. Web memberi struktur yang dibutuhkan Internet. Perpustakaan, museum, universitas, perusahaan, organisasi, dan individu menampilkan informasi di Web, semuanya dapat diakses oleh murid dengan meng-klik kata atau gambar yang ada di layar komputer.
       Website adalah lokasi individu atau organisasi di Internet. Website menampilkan informasi yang dimasukkan oleh individu atau organisasi. Sebuah studi nasional menemukan bahwa murid grade empat, delapan, dan dua belas yang punya komputer Internet di rumah memperoloh nilai sains yang lebih tinggi dibanding murid yang tidak menggunakan Internet di rumah.
       E-mail adalah singkatan dari electronic mail dan merupakan bagian penting lain dari internet. Pesan dapat dikirim dan diterima dari individu atau dari banyak individu sekaligus.

Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
       Teknologi membawa beberapa isu sosial. Misalnya, apakah penggunaan teknologi di sekolah, terutama komputer, akan memperlebar jurang perbedaan antara murid kaya dan miskin, atau pria dan wanita ? Juga ada problem kesenjangan antarkelompok etnis.
Berikut ini ada beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer:

  • Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gender, kultural, dan etnis.
  • Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dan semua latar belakang gender, etnis, dan kultural.
  • Beri murid informasi tentang pakar dari latar belakang gender dan etnis yang berbeda yang menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karier mereka.
  • Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis komputer dirumah.
Standar untuk Murid yang "Melek Teknologi"
       Internasional Society for Technology in Education bekerja sama dengan US Department of Education, telah mengembangkan standar untuk murid guna mencapai level grade yang berbeda. Berikut ini adalah ringkasan dari standar untuk grade pra-taman kanak-kanak sampai grade 2, 3 smpai 5, grade 6 sampai 8, dan grade 9 sampai 12.

Pra-taman kanak-kanak Sampai Grade Dua
  • Gunakan alat input (seperti mouse, keyboard, atau remote control) dan alat output (seperti monitor dan printer) untuk mengoperasikan komputer.
  • Gunakan variasi media dan teknologi untuk mengarahkan aktivitas pembelajaran yang independen.
  • Gunakan sumber daya multimedia yang pas, seperti buku interaktif, sotfware pendidikan, dan ensiklopedia multimedia dasar, untuk mendukung pembelajaran.
  • Kerja sama dengan teman, anggota keluarga, dan orang lain saat menggunakan teknologi.
  • Gunakan sumber daya teknologi (seperti teka teki, program berpikir logis, alat menulis, dan kamera digital) untuk pembelajaran.
  • Tunjukkan perilaku etnis dan sosial yang positif saat menggunakan teknologi.
Grade 6 sampai 8
  • Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasi dan memecahkan problem hardware dan software yang muncul dalam penggunaan sehari-hari.
  • Tunjukkan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi dan efeknya terhadap lapangan kerja dan masyarakat.
  • Gunakan alat spesifik, software, dan simulasi (seperti peralatan lingkungan, kalkulator, dan lingkungan percobaan) untuk mendukung pembelajaran dan riset.
  • Desain, kembangkan, publikasi, dan paparkan produk (seperti halaman web dan rekaman video).
  • Teliti dan evaluasi akurasi, relevansi, dan bias dari sumber informasi elektronik yang berkaitan dengan problem dunia nyata.
Grade 9 sampai 12
  • Identifikasi kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kontemporer dan nilailah potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengomunikasikan informasi personal dan profesional (seperti keuangan, jadwal, alamat, pembelian, dan korespondensi).
  • Gunakan informasi online secara rutin untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasi, komunikasi, dan produktivitas.
  • Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi, dan pemecahan problem dalam pembelajaran materi.
Masa Depan: Komputer di Mana-mana
       Beberapa pakar komputer percaya bahwa generasi komputer berikutnya, generasi ketiga, akan berupa ubiquitous computing yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan, ketimbang personal. Singkatnya ubiquitous computing akan berupa dunia pasca-PC.
       Ubiquitous adalah kebalikan dari realitas virtual. Jika realitas virtual menempatkan orang di dalam dunia yang diciptakan kompuet, ubiquitous computing akan memaksa komputer eksis di dunia manusia. Perangkan baru ini dapat disediakan kepada lebih banyak murid ketimbang dekstop. perangkat baru ini, di pasangkan dengan jaringan murah, dapat memampukan murid untuk membawa perangkat informasi personal ke lapangan untuk membantu mengerjakan suatu tugas dan bisa di bawa pulang.